DONATE

PBNU Apresiasi Program Ramadhan Bangkit Bersama NU Care-LAZISNU



Lazisnu Kota Pasuruan, JATIM - Pada Ramadhan tahun ini, NU Care-LAZISNU meluncurkan program Ramadhan Bangkit Bersama. Program ini akan menyasar pada sembilan objek utama yakni dhuafa, anak yatim, penyintas bencana, santri dan guru ngaji, takmir masjid dan mushala, pahlawan Covid-19, penggerak UMKM, petani dan nelayan, serta kalangan difabel. 

Dewan Pengawas NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari khidmah kepada ulama, jam'iyyah, dan jama'ah di lingkungan NU. 

"Mari kita jadikan momentum Ramadhan ini, sebagai bagian khidmah kita kepada ulama kita, jam'iyyah, dan jama'ah. Semoga Ramadhan ini kita tetap menjadi yang terbaik dan menjadi bagian yang terus membawa nilai-nilai Rahmatan lil alamin," kata Sudrajat, saat peluncuran program yang digelar secara virtual via Zoom Meeting, pada Senin (12/04/2021).

Pihaknya juga mengatakan sinergi antar-lembaga, termasuk dengan RMI PBNU yang pada kali itu turut hadir secara virtual saat peluncuran program. "Sukses selalu buat teman-teman di daerah dan juga khususnya kepada RMI, Gus Rozin. Mudah-mudahan sinergi kita dengan RMI dan semua lembaga akan terus ditingkatkan," ujarnya.

Sudrajat juga menambahkan, pihaknya akan terus memantau secara virtual kerja-kerja sosial dan kerja-kerja humanis yang lain yang dilakukan NU Care-LAZISNU di berbagai daerah.

Ketua PBNU, Robikin Emhas memberikan apresiasi pada program spesial Ramadhan NU Care-LAZISNU.

"Dari beberapa materi program itu, menyiratkan satu hal bahwa khidmah an-Nahdliyah yang dilakukan oleh NU-Care-LAZISNU bersama teman-teman dari berbagai cabang, baik di Indonesia maupun luar negeri, tidak pernah mengenal lelah. Satu khidmah yang harus diapresiasi setinggi-tingginya," kata Robikin Emhas. 

Menurutnya, dengan terus-menerus melakukan khidmah an-Nahdliyah yang dilakukan ini, menandakan bahwa teman-teman NU Care-LAZISNU betul-betul sudah mengemban mandat dengan baik.

Tak hanya itu, melalui NU Care-LAZISNU dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI), PBNU juga menyerahkan empat unit GeNose C19 untuk dipergunakan di pesantren. 

"PBNU melalui NU Care-LAZISNU dan RMI NU menyerahkan GeNose sebanyak empat unit untuk dimanfaatkan demi kemaslahatan umat di bidang kesehatan. Semoga ini merupakan sebuah kontribusi yang bermakna bagi kemanusiaan dan untuk kelangsungan hidup bersama," kata Robikin.

Ia pun memberikan ucapan selamat atas program yang sudah digagas ini. "Semoga betul-betul bisa dirasakan manfaatnya, minimal bisa meringankan beban hidup yang ada," harapnya.

Ketua RMI PBNU, Abdul Ghaffar Rozin merasa bersyukur karena bisa menerima bantuan dari NU Care-LAZISNU berupa empat unit GeNose. Ia sangat yakin, alat pendeteksi Covid-19 itu akan sangat bermanfaat bagi pesantren dan santri di seluruh Indonesia. 

"Sebab RMI sekarang ini masih di dalam kondisi yang berjuang, senantiasa terus-menerus menyosialisasikan protokol kesehatan karena kita melihat suasana yang belum membaik di berbagai pesantren," tutur Gus Rozin, sapaan akrabnya.

Editor: Kendi Setiawan

Source

Post a Comment

0 Comments