DONATE

Warga Kepel Rasakan Program Bedah Rumah PCNU Kota Pasuruan


Lazisnu Kota Pasuruan - Sulikha (85 th), Seorang Janda yang sehari-harinya tinggal sendiri merasa bersyukur pada hari ini Rabu pagi (15/4) Tim NU Peduli Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan melalui Ranting NU Kepel, MWC (Majelis Wakil Cabang) NU Kecamatan Bugul Kidul dengan program bedah rumah telah rampung dilaksanakan.

Ibu Sulikha yang diketahui hidup sendiri juga sedang dalam kondisi sakit tersebut hanya mengandalkan keluarga terdekat dan bantuan para tetangga disekitar rumahnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Rumah Sulikha berlokasi di Dusun Kepel Krajan, RT:02 RW: 02, Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan dengan kondisi berdinding tembok yang sudah rusak, atap sudah lapuk, dan lantai yang kurang nyaman untuk dinjak sehingga belum bisa dikatakan sepenuhnya layak huni.

Atas inisiasi pengurus Ranting NU Kepel, para donatur dan dukungan Lazisnu Kota Pasuruan akhirnya rumah Solikha rampung dan siap untuk ditempati.


Penyerahan kunci rumah Sulikha yang baru ditandai dengan penyampaian 3 paket sembako, secara langsung diserahkan oleh Ketua PCNU Kota Pasuruan, H. M. Nailur Rochnan disaksikan Rais Syuriyah, KH. Abdul Khalim Mas'ud serta dihadiri oleh pengurus MWCNU Bugul Kidul, PRNU Kepel, lurah Kepel, perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kota Pasuruan mengatakan dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memicu Ranting NU, MWCNU lain untuk lebih berinovatif dan kreatif dalam berkhidmah untuk umat melalui Nahdlatul Ulama.

"Alhamdulillah, Seperti Inilah bentuk khidmah kita melalui NU; bersinergi antar seluruh jajaran struktural bersama lembaga NU dan warga, bergotong-royong untuk kemashlahatan umat. Terima kasih atas segala partisipasi, sumbangsih seluruh jajaran pengurus Ranting NU Kepel, IPNU, ANSOR, MWCNU Bugul Kidul yang mengawal kegiatan ini dari awal hingga akhir." ungkapnya.

Kegiatan bedah rumah yang dilakukan oleh NU Kota Pasuruan ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tak sedikit warga Kota Pasuruan yang mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Kota Pasuruan maupun Indonesia tersebut.



Pengerjaan Bedah Rumah Ibu Sulikha memakan waktu selama 10 hari meliputi, perbaikan atap, 2 kamar tidur dan perbaikan teras rumah. Dinding yang sudah di lapisi semen sehingga tampak rapi dan bersih dengan cat putih yang menghiasi rumah Ibu Sulikha. (emef)

Post a Comment

0 Comments